Halaman

Rabu, 24 Oktober 2007

subuh..

dari blog yusnar, artikel bertajuk dasyatnya solat subuh



PADA suatu hari Nabi SAW. melihat puterinya Fatimah masih juga tertidur padahal waktu subuh telah tiba. Nabi Muhammad SAW. lalu menggoyang-goyang kaki puterinya itu dengan penuh kasih sayang seraya berkata : " Bangunlah anakku dan saksikanlah, sesungguhnyaa Tuhan menetapkan pembagian rezeki manusia adalah pada saat-saat setelah fajar menyingsing dan sebelum matahari terbit."

Rasulullah sendiri selama 23 tahun menjadi Rasul, hanya sekali beliau tidak terbangun sebelum subuh. Mungkin terlalu letih dalam perjalanan dan baru tidur setelah malam teramat larut.



Supaya umat Islam gemar bangun subuh, Nabi SAW. bersabda : " Bila kamu bangun subuh, maka berlipat ganda upah kamu terima." Pada waktu subuh dan sebelum matahari terbit, kita dapat mendoa dan doa yang diucapkan dalam waktu demikian langsung diantarkan malaikat kehadirat Tuhan. " Sesungguhnya bacaan diwaktu fajar disaksikan langsung oleh para malaikat " ( Al Isra 79 ). Sebab itulah Nabi SAW. pernah mendoa " Wahai Tuhanku, berkahilah umatku yang suka bangun subuh ".

" Udara subuh sangat segar dan banyak mengandung zat asam ( zuurstof ). Maka siapa suka bangun subuh selalu menghirup udara murni yang sangat diperlukan buat pernapasan. Sebab itulah maka orang yang suka bangun subuh, sukar dihinggapi penyakit paru ( TBC ). Parunya menjadi kuat karena selalu menghirup udara murni dan pernapasannya menjadi teratur karena parunya sangat kuat. Disamping itu, udara subuh yang segar itupun memperkuat fikiran dan menyehatkan perasaan. Pada waktu subuh, otak manusia sangat bening dan daya tangkapnya teramat tajam. Maka mereka yang suka menghafal atau belajar diwaktu subuh dapat dipastikan : Jauh lebih berhasil dari mereka yang baru menghafal atau mengulang pelajaran setelah matahari naik meninggi."., demikian kilah Abbas Hassan dalam bukunya ' Kenapa Nabi Muhammad Sangat Sehat.'

Selama umat Islam suka bangun subuh selama itulah mereka akan tumbuh menjadi umat yang sehat lahir dan batin, sehingga merekapun berhak memenangakan perjuangan. Mereka dicintai kawan dan dihormati lawan. Maka berdaulatlah mereka di bidang politik, berperanlah mereka dalam bidang ekonomi, dan menjadi teladanlah mereka dalam pergaulan sehari-hari. Dan, memang telah terbukti. Tidak kurang dari 500 tahun lamanya umat Islam yang terdidik bangun subuh itu menguasai sekitar dua pertiga bulatan dunia ini. Dari Maroko di pantai Barat Afrika sampai ke Merauke di pantai Utara Irian Barat.

Pada tahun 1945 di sekitar hari-hari Proklamasi pada waktu perjuangan berkobar tinggi, kita selalu bangun subuh. Ketika Belanda masih mendengkur di tempat tidur, gerilyawan kita sudah selesai meruncing bambu. Akhirnya bambu runcing itu berhasil mengalahkan meriam dan Belanda angkat kaki dari tanah air kita.

Sudah menjadi kebiasaan di zaman Rasulullah SAW. bila melepas pasukannya ke medan perang, selalu sehabis salat subuh. Dan ternyata berhasil.

Nabi SAW. bersabda : " Salat tepat pada waktunya, lebih baik dari dunia bersama seluruh isinya." Juga dalam hadis lain beliau menerangkan : " Salat sunat 2 rekaat sebelum fajar, lebih baik dari dunia beserta isinya.". " Salat yang diperintahkan ketika dinginnya udara saat fajar akan menyingsing, ternyata menyimpan sekian banyak manfaat bagi yang mengetahuinya. Sujud untuk menunaikan perintah Allah SWT. ketika merahnya langit saat matahari akan muncul, ternyata membawa begitu banyak berkah. Sungguh, Allah begitu murah hati kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Wahai yang menguasai waktu, apa yang Kau simpan sebagai berkah bagi kami saat subuh datang? ", demikian antara lain tulis Muhammad Jihad Akbar dalam bukunya Meraih Mukjizat Shalat Subuh Bersama Rasulullah SAW.

Ahli Hikmah Lukman Nul Hakim, yang namanya diabadikan Tuhan dalam Al Quran, pernah menasehati anaknya : " Wahai anak ku, janganlah engkau lebih bodoh dari ayam jantan. Di tengah malam, ia berkokok untuk membangunkan orang, sementara engkau tetap tidur lelap."

Rasulullah SAW. menggambarkan seyogianya kehidupan orang mukmin itu laksana burung : " Berangkat pagi-pagi dengan perut dalam keadaan kosong dan pulang sore dengan perut dalam keadaan kenyang ". Adapun resep keberhasilan satwa itu., sehingga rezekinya dijamin oleh Allah SWT, lantaran dalam semua musim dan kondisi selalu bangun sebelum subuh.

Karena itu jika umat Islam mau melajimkan bangun sebelum subuh kemudian mengerjakan salat subuh di masjid, Insya Allah umat Islam akan memperoleh keuntungan melebihi dunia dengan segala isinya.

Bagi kaum tani, akan sangat terasa manfaatnya bangun subuh, sebab ia telah dapat memacul tanah yang cukup luas sebelum matahari terbit. Demikian juga bagi tukang dan lebih-lebih buat pengarang. Almarhum Buya Hamka, lebih banyak menulis sehabis salat subuh. Mantan Ketua MUI Pusat ini pernah berkata : " Bila aku menulis diwaktu malam, fikiran tidak kuat lagi dan tenaga lekas capek. Tetapi, bila menulis sehabis subuh syu'urku teramat tajam dan aku tak penah capek." Kalau kita mau meruntinkan, setiap hari mengambil waktu selama setengah jam, ketika usai salat subuh, kita turun membersihkan halaman dan atau menanam apotik hidup, insya Allah akan mendatangkan banyak manfaat. Selain tubuh akan sehat juga kebersihan halaman terpelihara serta bisa memetik hasil dari apotik hidup yang ditanam.

Maka benarlah seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW : " Berpagi-pagilah kamu dalam mencari rezeki dan segala keperluan / hajat karena sesungguhnya di pagi hari itulah terdapat barakah dan keuntungan "

Selasa, 16 Oktober 2007

doa solat istikharah

ni amik dari nurjeehan punyer blog..




solat itikharah, selalu tak kita buat? mostly, kita rasa solat ni harus dibuat biler confuse, keliru, and buntu pasal jodoh kan? tapi percayalah, olat istikharah bukan utk tu sahaja, malah, its for anything at all yang kita lakukan..

Mahfum Hadis: Dari Jabir ra., ia berkata: “Nabi pernah mengajarkan kepada kami Istikharah dalam berbagai urusan, seperti mengajarkan sebuah surah dalam Al Quran. Kalau seseorang dari kamu menghendaki sesuatu, maka hendaklah ia solat dua rakaat, kemudian berdoa:

“Ya Allah! Aku mohon pemilihan Mu menerusi pengetahuan Mu dan aku mohon kekuatan Mu menerusi kudrat Mu serta aku minta pada Mu sebahagian dari limpah kurnia Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau amat berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau amat mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan sesungguhnya Engkau amat mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini adalah baik bagiku dalam urusan agama ku juga dalam urusan penghidupan ku serta natijah pada urusan ku, kini dan akan datang, maka tetapkan lah ia bagi ku dan permudahkanlah ia untukku, serta berkatilah daku padanya. Dan kiranya Engkau mengetahui bahawa perkara ini membawa kejahatan kepadaku dalam urusan agamaku, juga dalam urusan penghidupanku dan natijah urusanku, kini dan akan datang, maka elakkanlah ia dariku dan tetapkanlah kebaikan untukku sebagaimana sepatutnya, kemudian jadikanlah daku meredhainya.”

kalau nak penerangan lanjut pasal solat istikharah, sila ke blog berikut -->http://nurjeehan.wordpress.com/2007/04/27/betapa-pentingnya-solat-istikharah-dalam-kehidupan-harian-kita/

hurm..moga lepas ni, dpt lah kita sama2 amalkan everytime kita kebuntuan ek..insya-Allah

Khamis, 11 Oktober 2007

One of the best post i've ever read from blog keretamayat..
hamka, mintak izin copy paste ek..

Siapa yang kamu sedang rindu?
(Hari yang penuh emosi..., bermonologlah pulak...)




Dalam kedamaian sahur, dan kedinginan sepertiga malam, setelah selesai melabuhkan tahajjud dan kini tenang menjamah makanan …, di sebalik semua nikmat berugama ini, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Mungkin kita terlupa pada isteri Nabi Musa a.s yang kesejukkan di bawah kaki bukit Tsur, bersama anak-anaknya, yang tabah menunggu suami serta ayah mereka, yang telah pergi mengambil api dari puncak bukit, tapi suami yang di tunggu tak muncul tiba, kerana hakikatnya si suami sudah di lantik menjadi Nabi, dan bermulalah sebuah pengorbanan dalam mencari nikmat berugama..…

Dalam kemeriahan kita berbuka puasa, sedang asyik menjamah makanan dan menjamu selera…, di sebalik semua nikmat berugama ini, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Barangkali kita terlupa pada Isteri Nabi Ibrahim a.s yang kepanasan dan kehausan, serta kelaparan dan keletihan dalam mencari air di Lembah Safar dan Marwah.. sedang anak masih dalam susuan, lalu tinggalah dua beranak di lembah Mekah tanpa suami di sisi kerana suaminya sedang berkorban dalam mencari nikmat berugama…

Hari ini kita bersolat berlangitkan kipas syiling, dan berdiri di atas karpet yang lembut lagi tebal, serta masjid yang sungguh indah saujana mata, di sebalik semua nikmat berugama ini, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Mungkin kita terlupa pada Summayah r.aha yang di tombak di kemaluan kerana ugama ini, atau keluarga Yassir yang mati di seksa, atau Nabi zakaria a.s yang di gergaji dan juga Nabi Yahya a,s yang di pancung, semuanya kerana ugama!

Nampaknya, demi ugama, Allah sanggup melihat kekasihNya terkorban dan di korbankan....

Dalam kemeriahan kita semua berbuka puasa, makan bersama kicap cap ‘Bilal’ penyedap rasa, sebenarnya kita telah terlupa pada Bilal bin Rabah yang hidup di seksa, di jemur di padang pasir sedang di dadanya di pasak dengan batu sebesar raksasa, saban malam di cemeti bergilir-gilir pula...

Tak lupa juga akan kita yang berbuka dengan roti Khebbab yang enak dan menyelerakan, danging panggang dan roti pital yang empuk.., sedang Khabbab bin Alarat r.a telah di seksa kerana ugama ini, beliau di seret atas bara api sehingga lemak dan darahnya telah memadamkan bara api.. semuanya kerana ugama.... berkorban dalam mencari nikmat berugama…!

Dalam kedamaian sahur, dan kemeriahan berbuka puasa, serta rukuk dan sujud yang merehatkan jiwa, di sebalik semua nikmat berugama ini, sebenarnya, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Jika kamu mahu mengenang cerita dan derita,
Izinkan aku titipkan beberapa lembaran kisah mereka yang telah menderita kerana ugama, berkorban dalam mencari nikmat berugama…!

Pada suatu waktu di saat zaman dan kurun yang terbaik, terdapat cerita seorang sahabat Nabi SAW yang baru kematian isterinya sedang beliau masih mempunyai seorang anak lelaki berusia 5 tahun, namun sahabat ini telah datang berjumpa Nabi SAW untuk menyertai jihad menegakkan ugama Allah...

Nabi menasihatinya supaya duduk di rumah bersama anaknya yang masih kecil itu.., tapi dia mendesak juga untuk menyertai, barangkali beliau telah tercium bau syurga. Dan Nabi Muhammad SAW telah benarkan beliau pergi..

Si anak yang di bernama Basyir ini pun bukan calang calang budak. Walaupun baru berusia 5 tahun telah sanggup berpisah dan di pisahkan demi semata mata kerana agama Allah.

Malahan si anak-anak para sahabat Baginda ini akan saling berbangga terhadap ayah dan bapa mereka yang telah turut sama menyertai peperangan bersama Baginda SAW.

Allah jua yang mencampak kefahaman dalam diri mereka tentang nilai ugama..

Setelah beberapa masa berlalu, terdengarlah khabar berita akan kepulangan tentera islam dari luar kota Madinah, Nun di sana kelihatan segerombolan habuk dan debu yang berterbangan menjulang ke langit kesan hentakan tapak kaki kuda dan unta milik tentera islam.

Di sempadan Madinah, sebaik kuda dan unta menghentikan tapak kakinya, dan dalam suasana debu debuan yang masih berterbangan, si anak-anak sahabat sudah tidak sabar menunggu untuk bertemu dengan bapa-bapa mereka. Dalam larian kasih sayang, Basyir bin Abarkah telah mendahului kesemua perindu yang lain, walaupun usianya baru 5 tahun, tapi beliaulah yang paling maju, katanya: ingin menyergah ayahnya..maklumlah, Mereka baru belajar erti rindu.

Debu debu pun mulai turun ke bumi. Sedikit demi sedikit terpancullah wajah kuda dan wajah unta yang setia.

Dan debu debu pun masih terus turun ke bumi. Sedikit demi sedikit terlihatlah wajah bapa bapa mereka. Maka si anak mula menerkam si bapa, dan bapa mulai menerpa si anak, mereka saling berpelukan menangis gembira melepaskan rindu dendam seolah olah seperti baru terlepas dari hukuman mati. Bapa mana yang tidak rindu pada anak? Anak mana yang tidak gembira bertemu bapa? Lantas terdengar suara takbir di sini sana, memuji Allah sambil menangis kesyukuran..

Memuji Nikmat Allah..

Tidak lama kemudian.. sempadan Madinah itu telah menjadi daerah sepi dan sunyi, yang tinggal hanyalah kesan tapak kaki manusia dan binatang tunggangan. Namun yang terlihat pada waktu dan ketika itu, Basyir budak berumur 5 tahun seorang diri sedang melilau mencari ayahnya. Sudah puas ke kiri dan ke kanan… sudah jauh mata memandang, sudah penat menunggu, namun si ayah yang di rindu, tidak datang-datang!. Tidak kunjung tiba!

Ke mana ayah pergi?
Kenapa masih belum pulang?

Dalam debu debu yang masih tinggal, terlihat satu kelibat lelaki sedang berjalan ke arah Basyir Abarkah budak berumur 5 tahun itu,
Lalu si Basyir menerpa lelaki itu kerana disangkanya bapanya sudah pulang. Namun lelaki itu bukanlah bapanya, sebaliknya lelaki itu adalah Nabi Muhammad SAW .

Lantas Basyir bertanya:
Mana ayah ku?.

Lalu Nabi memalingkan wajahnya ke kanan kerana tidak sanggup untuk berkata kata.
Si Basyir lantas bergerak kekanan Baginda dan terus bertanya:
“Mana ayah ku?”.

Sekali lagi Nabi memalingkan wajahnya ke kiri lantaran tidak sanggup untuk menuturkan kata kata sedang air mata mulai berlinangan di pipi. Si Basyir tidak berputus asa dan terus bergerak ke kiri Baginda.
”Mana ayah ku?”.

Lalu Nabi duduk sama tinggi dan menjawab dengan nada sedih dan pilu sedang tangan baginda di pipi Basyir....

“Anak.., Ayah mu telah syahid.”

Air mata anak terus mengalir hangat, di kala darah yang mengalir dari badan ayahnya sudah lama lenyap di telan bumi....

Dalam kedamaian sahur kita pagi ini, dan kemeriahan berbuka puasa petang nanti, serta rukuk dan sujud yang merehatkan jiwa di waktu malam, di sebalik semua nikmat berugama ini, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah… Sesungguhnya mereka telah mewarnai bumi Mekkah dan Madinah dengan darah..

Sekurang-kurangnya, kenanglah pada Basyir budak berumur 5 tahun itu..

Jika kita masih terlupa, biarlah aku ceritakan kisah Mus’ab bin Umair, yang hidup dalam kesempitan telah berjalan melewati Baginda SAW sedang beliau hanya memakai sehelai kain yang telah koyak di beberapa bahagian. Salah satu bahagian yang terkoyak telah di tampal dengan kulit binatang kerana tidak cukup kain, lalu sambil menangis Rasululullah bercerita kisah Mus’ab bin Umair kepada sahabat yang lain, bahawa sebelum islam, Mus’ab bin Umair adalah anak orang kaya dan hidup dalam kemewahan, di sayangi dan di manjai, hidup ditatang bagai minyak yang penuh, pakaiannya sahaja berharga 200 dirham dan hidup dengan penuh perhatian dari ibu bapa. Tapi sebaik beliau memeluk ugama islam, beliau telah di murkai oleh ibu bapa, di ikat dan di kurung, satu hari beliau dapat melepaskan diri dan lari mengikut sahabat Nabi lalu hidup dalam keadaan zuhud dan miskin.

Di hujung pengorbanan, dalam perperangan Uhud, mayatnya di lihat terbujur tanpa ke dua-dua tangan, di potong musuh selangsung tugasnya yang memegang bendera.., dan baginda SAW telah menutup mayatnya dengan kain tapi tidak cukup lalu di tutup dengan daun-daun Izkhar..

Dalam hidangan berbuka puasa yang enak dan meyelerakan, serta rukuk dan sujud yang merehatkan jiwa di sepertiga malam, di sebalik semua nikmat berugama ini, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Dan ada juga cerita lain seorang ibu kepada beberapa anak lelaki yang di beritahu tentang kematian suami di medan perang, tentang kematian anak sulung, tentang kematian anak nombor dua dan seterusnya anaknya yang bongsu. bila terdengar semua ahli keluarganya mati di jalan Allah dia masih bertenang, tapi bila mendapat tahu anaknya yang bongsu juga mati , si ibu ini terpegun dan menangis…dia dipujuk orang, supaya bersabar dengan ujian Allah..
Tapi si ibu berkata: “janganlah kamu semua ucap takziah pada aku, tapi ucapkanlah tahniah kepada aku, …, aku menangis bukan kerana semua ahli keluarga ku telah mati, tapi aku menangis kerana aku sudah tiada anak lelaki lagi untuk di korbankan di jalan Allah.!!!!”

Dalam kerehatan kita bertarawaikh, dan sedang menikmati juadah sejurus lepas solat witir, di sebalik semua nikmat berugama ini, sesungguhnya, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Seorang sahabat ketika hendak di campak ke dalam api oleh seorang kafir telah menangis sambil berkata: “aku menangis bukan kerana takut mati, aku menangis kerana aku hanya ada satu nyawa sahaja, seandainya aku mempunyai nyawa sebanyak bulu roma di badanku…maka, satu demi satu akan ku korbankan untuk ugama!!! “

Dalam keseronokkan kita membuat persediaan hari raya, bertepuk tampar, dan saling bergembira, bertakbir di sini sana, di sebalik semua nikmat berugama ini, sesungguhnya, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Mungkin kita terlupa pada awal kerja Nabi di jalankan, ketika Nabi Muhamad SAW keluar dari rumah dengan baju yang bersih, tapi bila petang nanti pulang, baju Nabi sudah kotor, di jalanan beliau di pukul orang, di sepak terajang dan di baling batu serta najis..,

Dari celah daun pintu Fatimah r.aha anak Nabi mentintai perlakuan ayahandanya yang tercinta, lalu bergenanglah air matanya melihat penderitaan ayahnya, namun sebaik Nabi pulang, lekas-lekas beluau menyampu air mata dan menyambut Baginda dengan senyuman, menyembunyikan kesedihan demi memberi sokongan moral dan sedikit hiburan kepada jiwa luhur bapanya yang teramat tabah itu..

Namun hati anak mana yang tahan melihat ayanya di seksa? Lantas suatu hari beliau telah mengikut di belakang Nabi, melihat perlakuan ayahnya secara langsung, di jalanan beliau melihat ayahnya berdakwah dan di hina, di layan seperti pengemis dan binatang, di sakiti, di caci, di maki, di pukul, dan di baling batu...

Kemuncak penghinaan, ketika Nabi bersolat di hadapan Kaabah, Abu jahal dan sekutunya telah membuang najis dan perut unta ke belakang badan baginda yang sedang sujud.., dengan linangan air mata Fatimah r.aha datang membersihkan najis di badan ayahnya..

Di suatu hari yang lain, Fatimah r.a telah menyambut kepulangan Nabi Muhammad SAW dengan linangan air mata., Lalu Baginda bertanya: kenapa menangis?

Dengan air mata yang bergenang, melihat penderitaan ayahnya, Fatimah r.aha berkata:

“Aku menangis kerana ku lihat telah bertukar warna kulitmu dan kotor pakaianmu.., ”

Nabi menjawab (lebih kurang maksud)
“Janganlah kamu menangis wahai Fatimah, satu hari nanti, ugama yang aku bawa ini, akan pergi menuju ke setiap rumah walaupun rumah itu berada di desa atau di Bandar, dan Allah akan masukkan kemuliaan atau kehinaan ke dalam rumah seperti tersebarnya malam…”

Maka kita semua pada hari ini, Dalam kedamaian pagi dan ketenangan petang atau kesejahteraan malam, sedang kita menikmati nikmat berugama, mungkin di suatu hari akan datang wakil Nabi mengetuk pintu rumahmu, tidak kira di mana kamu berada, di desa atau di Bandar, dan Allah akan masukkan kemuliaan atau kehinaan ke dalam rumahmu seperti tersebarnya malam… dan bukakanlah pintu hatimu.., kerana mereka sedang mengzahirkan hadith Nabi Muhamad SAW.

Ziarah mereka bukan kerana hari raya, atau kerana menuntut hutang, tapi semata mata kerana Allah, mudah-mudahan kamu dan mereka akan dapat menikmati ruang di bawah arasy berkat amalan ini, dan semoga Allah kasihan pada kamu dan mereka lantaran amalan yang mulia ini lalu mengekalkan kita semua dalam iman, dan menyebarkan hidayat ke seluruh alam, sehingga akhirnya kesemua lelaki akhil baligh dapat minikmati solat berjemaah, dan keseuma wanita akhil baligh dapat menikmati solat di awal waktu serta tutup aurat dengan sempurna, kemudian, anak-anak akan taat perintah ibu bapa, dan isteri-isteri akan taat perintah suami dan semua mahkluk akan taat perintah Allah lalu menyembah Allah dengan cara yang paling layak selayak-layaknya Dia di sembah!...

Sesengguhnya, Dalam kedamaian sahur, dan kemeriahan berbuka puasa, serta rukuk dan sujud yang merehatkan jiwa, di sebalik semua nikmat berugama ini, tidak terhintung banyaknya telah mengalir akan air mata dan darah para kekasih Allah…

Selamat menyambut malam Lalatul Jaizah, dan selamat menyambut Hari raya..

Hamka
KeretaMayat.
(28 Ramadhan 1428H)

Khamis, 20 September 2007

duduk sebentar dan beriman sejenak..

Dicopy paste from blog faisal.. sgt bermakna..




diambil dari Dakwah-Info dalam entri bertajuk Cerpen - Sempena Ramadhan)

Oleh: Al-Hidayah

Najwa melangkah longlai menuju ke kampus. Bukan kerana penat tubuhnya, tetapi terasa jiwanya ada sesuatu yang tidak kena. Najwa terasakan dirinya ibarat belon yang tak cukup udara, tekanan atmosfera luar yang lebih tinggi memenyekkan belon itu. Ramadhan telah berlalu, separuh daripadanya. Najwa mengkontemplasi saat-saat lepas di dalam Ramadhannya kali ini, apakah yang telah dicapainya. Ditakdirkan Allah, assignments di universiti sangatlah banyak, yang kadang-kadang dia tidak mampu untuk iltizam dengan tilawah Al Quran 1 juzuk sehari. Mahupun ingin berlama-lama di atas sejadah, kerana discussion di sana sini. MP3 player berisi bacaan ayat-ayat Al Quran oleh Sheikh Mishari al Efasy menjadi peneman jiwanya yang terasa kosong.

“Ya Allah, jangan jadikan aku orang yang mensia-siakan bulan barakah ini..” Najwa mengeluh sendirian.


Penat juga dia mengenangkan, kenapa pula kelopak matanya tersangat kering. Dia juga letih mengenangkan, kenapa apabila dia membaca kalamullah tidak tersentuh jiwanya. Najwa teringat surah Al Anfal ayat 2:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah apabila disebut nama Allah, bergementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhan mereka sahajalah mereka bertawakal”

Najwa mengulangi doa yang diajarkan Rasulallah SAW.

“Ya Allah, hanya rahmatMu yang aku harapkan. Jangan tinggalkan aku sendirian walau dengan kadar sekelip mata. Perbetulkan segala urusanku. Laa ilaha illa anta (Tiada Tuhan selain engkau)” Riwayat Abu Dawud, Ahmad.

Najwa singgah duduk di satu “bench” di bawah pokok. Musim bunga kali ini dirasakan tidak membunga-bungakan iman di dalam hatinya.

“Ya Allah, hanya rahmatMu yang aku harapkan”. Dalam Najwa mengulangi doanya itu, tiba-tiba terdetik di dalam hatinya:

Benar-benarkah hanya rahmat Allah yang dia harapkan?

Benarkah hanya kepada Allah dia berharap, benarkah dia berharap Allah mengiringinya di dalam setiap urusannya.

Najwa teringat suatu peristiwa, semasa Najwa mengajak beberapa juniornya untuk mengikuti halaqah mingguan. Dia terasa sangat “excited” kerana nampak wajah-wajah baru yang ingin mendekatkan diri kepada Allah. Pada hari tersebut, Najwa dipertanggungjawabkan untuk menyampaikan tazkirah. Usai tazkirah tersebut, Siti, salah seorang juniornya berkata kepadanya, “Best la tazkirah kak Najwa…”

Najwa terasakan dadanya kembang keseronokan.

Najwa tersentak… Kelopak bunga spesis Rhododendron berterbangan ditiup angin.

“Oh.. di situlah silapnya… Benarkah aku hanya mengharapkan rahmat Allah dari amal yang aku perbuatkan? Rupa-rupanya, aku masih seronok dengan pujian. Sedangkan aku tak tahu, sama ada amal itu masih diterima Allah atau tidak…. Ya Allah, benar-benar kali ini… Hanya rahmat Engkau sahaja yang aku harapkan… Lebih baik sekiranya manusia benci aku atas usaha aku, asalkan Engkau tidak marah kepadaku”

Najwa mengenangkan, rahmat Allah sudah semestinya tersangat besar. Allah, Dialah Tuhan yang telah menyelamatkan Najwa daripada lemas di dalam paya busuk jahiliyah. Allah, Dialah Tuhan yang telah melahirkan perasaan malu dalam dirinya, lalu perasaan malu itu menyelematkan Najwa dari ikhtilat (percampuran bebas lelaki dan perempuann), lalu dengan perasaan malu itu, pakaiannya semakin sopan menepati ciri-ciri muslimah. Allah, Dialah Tuhan yang telah memilihkan teman-teman seperjuangan yang saling memperingatkan kepada kesabaran, keimanan dan mengajak kepada amalan soleh.

Najwa teringat lagi, apabila dia sibuk mengendalikan program-program islami semasa cuti musim bunga. Masya-Allah, Allah telah beri dia keizinan untuk berlari ke sana ke mari, kelam kabut, berpenat-penatan untuk memikul tugasan dakwah. Allah telah beri peluang untuk dia mujahadah. Tapi, dia kelam kabut dalam solatnya kerana ingin mengejar urusan “dakwah”nya. Dia tidak dapat iltizam dengan tilawah Al Qurannya. Dia tidak sempat berhenti seketika untuk muhasabah amalan-amalannya. Tiba-tiba Najwa tersentak lagi..

“Mengapakah kamu suruh orang lain mengerjakan amal kebaikan, sedang kamu melupakan diri sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berfikir?”

Najwa teringat Surah Al Baqarah ayat 44, ya benar… Dia telah melupakan dirinya sendiri. “Ya Allah, benar-benar kali ini.. aku mengharapkan Mu jangan tinggalkan aku bersendirian bersama urusan-urusanku.. walau pada kadar sekelip mata,” Najwa berharap.

Sesungguhnya manusia itu pelupa sifatnya. Manusia zalim terhadap dirinya. Hanya atas rahmat Tuhan Yang Maha Penyayang yang mampu menghindarkan manusia daripada menzalimi diri mereka sendiri.

Manusia jua mudah terasa dirinya serba cukup. Mudah sahaja terasa bahawa dia tidak perlukan sesiapa untuk membantu urusannya. Kerana dia mempunyai kepandaian, kekuatan fizikal dan kelebihan untuk mengendalikan urusan hariannya. Tetapi, manusia lupa.. Di belakang sesuatu urusan, Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui sedang memerhatikan apa yang manusia perlakukan. Malah, Dia mengetahui apa yang berada di benak fikiran dan lubuk jiwa insan.

Najwa terkedu.

“Hah! Termenung apa tu!” Najwa disentakkan oleh temannya, Hayati.

“Awak ni, terkejut saya tau!” Najwa mencebik.

“Alah.. maaflah.. Assalamualaikum” Hayati tersengih sambil beri salam.

“Awak dah sampai ke negeri China ke tadi Najwa? Maaflah ganggu kembara angan-angan awak” Hayati memang terkenal dengan sifat suka menyakat. Walaupun begitu Hayati memang seorang yang sangat tajam pemerhatiannya.

Najwa sengih sahaja. Najwa bertanya kepada Hayati, “Kaifa imanuki? (Apa khabar iman kamu?).

Hayati senyum, “Alhamdulillah.. Alhamdulillah… I hope to stay in Ramadhan all the time!”

Najwa sambung lagi, “Kongsi la tips. How to benefit this Ramadhan!”

Hayati melarikan anak matanya ke kiri dan ke kanan. “Err… Saya tak pandai la bab-bab kasi tips ni. Tapi, saya nak share something. Tazkirah yang saya dengar from Sheikh masa solat tarawikh kat musollah”

“Surah Al Ma’un ayat 4-5.”

“Dalam ayat 4.. Allah cela orang yang bersolat. Pelik ye, kenapa pula bila kita bersolat, yakni beribadah tetapi kita masih dicela oleh Tuhan kita. Awak rasa-rasanya kenapa, Najwa?” Hayati buat soalan KBKK pula.

“Alah, mana la saya tau… Awak citer je la” Najwa malas nak fikir.

“Okey lah, kalau kita tengok ayat 5, Allah cakap “iaitu orang-orang yang lalai di sekitar solat mereka”.. “Kalau tengok perkataan Arab ‘an solaatihim, bukannay fi solaatihim. Maksudnya, Allah cela orang-orang yang lalai di sekitar solatnya, iaitu di luar solatnya dia lalai. Bukan referring to orang yang lalai within his/her solat. As if, orang tu dah defeat the purpose of solatnya kerana solatnya masih tidak dapat melindungi dirinya daripada berbuat maksiat apabila dia selesai solatnya. Itu sebab Allah cela”

“Macam kita lah, kalau dok dalam halaqah, kita asyik cerita pasal kena amar ma’ruf nahi mungkar… Tapi kalau di luar halaqah, kita tak buat pun apa yang kita perkatakan tu.. What is the purpose of the halaqah to begin with?” Hayati berkata.

Najwa tertunduk. “Jazakillah ukhti…”

Hayati berkata, “Awak ni cam ade problem je……”

Najwa melarikan pandangannya, “Hmm.. Biasalah, hati kurang sihat.”

Hayati berkata lagi, “Alhamdulillah.. Awak masih dapat rasakan sama ada hati awak baik ke tidak. Rasulallah pernah cakap, sapa yang dalam saat imannya rendah, tapi masih berpegang kepad Sunnah baginda, sesungguhnya dia telah mendapat petunjuk”

“Iman kita memang ada up-s and –down-s. Tapi di saat down ni, sebenarnya Allah nak kasi clue kepada kita. Betapa sebenarnya seronok dan indah apabila iman kita baik. Allah nak beritahu kita bila kita tengah down ni, bahawa Allah rindu dengar kita merintih dan mengadu kepadanya..

..Sepertimana ada satu Hadith Qudsi, Allah berfirman “wahai malaikat, turunkanlah musibah ke atas hambaKu, kerana aku rindu mendengar dia merintih kepadaKu”

You know what, Najwa…Asalnya , kita tak perlu pun mengadu kat Allah dosa-dosa yang kita buat atau kejahilan yang kita buat.. Sebab Allah memang dah tau pun. Tapi Allah suruh kita doa dan mengharap kepadaNya, supaya kita lebih akrab kepada Allah” Hayati mengusap-usap kepala Najwa.

Najwa menyeka air mata. Ah! Akhirnya basah juga kelopak matanya!

Benarlah, bertafakur lebih baik daripada solat 1000 rakaat. Kini, Najwa terasa qalbunya lebih ringan. Mudah-mudahan langkahnya selepas ini mengharungi saat-saat terakhir Ramadhan, diterima oleh Allah.

Isnin, 10 September 2007

Sabtu, 8 September 2007

Goals for Ramadhan

From MUIS group

10 great goals to set for this Ramadaan



1. Forgive everyone who has hurt you

Still got a festering wound from the fight with your friend last year? Still upset about something your spouse said during a heated argument? Or are you still bitter about the way your parents sometimes treated you as a kid? Let go of the anger and pain this Ramadan and forgive those who have hurt you. Forgiving someone is not only good for the body, but it's also great for the soul. And in Ramadan, ten days of which are devoted to Allah's forgiveness, shouldn't we lesser beings forgive too?

2. Eat, drink and be moderate


Almost all of us do it - once Iftaar time hits, we just keep ploughing food and drink into our mouths till it's hard to move afterwards. And those of us who do it know this is totally contrary to the spirit of Ramadan, through which we're supposed to learn self-control not self-indulgence. Let's try to stick to the Prophetic rule on eating: fill our stomachs with one-third food, one-third water and one-third breathing space, even in Ramadan.

3. Give a rand a day in charity...or five or ten

The Prophet Muhammad, peace and blessings be upon him, was always generous but even more so in Ramadan. Let's open our hearts and dig a little deeper in our wallets this year. Even less than a rand a day adds up. Whatever you can give, it's the intention that counts, but aslong as your giving something thats when it counts :)

4. Memorize 4 new Surahs of the Noble Quran


Memorizing the Quran often seems like a daunting task. But the key is doing it in small bites. Since there are four weeks in Ramadan, try to memorize one new Surah a week. Start off with a short, easy one. Once you've started, you'll build momentum and may even want to memorize a longer one the following week.

5. Go to Taraweeh prayers

Post-Iftaar, the first urge is to sleep after an exhausting day. But try your best to head out to the mosque for Taraweeh prayers. Praying alone is wonderful, but doing it in congregation is fantastic. The community spirit is part of Ramadan's blessings. Don't miss it this year. If going every day is not possible, try going at least one week.

6. Attend the Taraweeh prayer in which the recitation of the Quran will be finished

Call the local mosque and find out which day the Imam will be finishing the recitation of the Quran in prayer. Attend to not only hear part of the Quran's recitation in prayer, but also participate in the heart-rending Duas that follow it.

7. Stop swearing and/or backbiting - with a special box

It's hard not to shoot our mouths off when someone's upset us. Whether we utter those four-letter words or backbite about someone to our family and friends, we know this isn't the God-approved way of letting off steam. In Ramadan, when we want to build our spirituality, we've got to wage Jihad against our bad habits.

Try this: get a box and every time you catch yourself swearing or backbiting put some money in it. It could be a buck or less. The point is to choose an amount that makes it feel like punishment.

At the end of the month send the money to a charity or buy a gift for the person whom you've backbitten the most against.

8. Call/email your relatives

You'd think that given the easy access to email, competitive long-distance calling rates, phone cards, etc. these days, we'd keep in touch with family and friends more often. But the opposite seems to be the case, as we get caught up in life's "busyness."

Strengthening ties with family members and keeping in touch with friends is part of our way of life and an act Allah is very pleased with. This Ramadan, call family and friends or at least email them and ask them how they have been and how their fasting is going, even if they wouldnt call you, be that friend that Allah(swt) wants us to be, and rewarded greatly for your friendship you wll definately be.

9. Go on a technology diet

Even if you work in the IT industry, you can do this. Avoid checking personal email and surfing the web during your fast. After Iftaar, instead of plopping yourself in front of the screen, go to Taraweeh. The same goes for the television. The point is to try to give our full attention to spiritual elevation this month.

10. Read 5 minutes of Quran a day...just five, not more, not less

Even if you feel you've got absolutely no time, set a timer or the alarm on your cell phone and find a relatively quiet place. You can read the first page of the Quran you open or follow a sequence. The choice is yours. The point is simply to connect with God through His revelation in the month of the Quran.

Selasa, 21 Ogos 2007

antara ijazah dan risalah..bukanlah jonkang-jongket

This is an email that my ibu forwardkan to me..sangat2 berguna buat diri ini
all i can say is..
Terima kasih ibu sbb faham perjuangan hidup kakngah n abang..
Moga kita sekeluarga dapat terus bermujahadah dalam mencari keredhaanNya
Love u fillah..=)


Lia, jomlah pergi usrah
Lia, jomlah berdakwah
Lia, ummah semakin koyak
Lia, jomlah kita bangkit mengubah
segalanya

Aku tidak mahu
Aku kena study
Markah semester lepas dah cukup teruk
Gara-gara dakwah, tarbiah dan program
Aku menyesal megikuti semua itu
Bosan!!
Dakwah bukan je plainly cerita
rububiyah ketuhanan,tapi banyak lagi
skopnya
Bukan ke islam tu syumul
Kalau nak berjaya, kena study
Waktu study, studylah
Esok kalau dah berjaya
Aku buatlah kerja dakwah tu
Kalau aku buat kerja dakwah, aku gagal
dalam pelajaranku
Kan nanti aku menutup mata orang lain
terhadap Islam

Lia, dakwah dan pelajaran bukan macam
jongkang jongking

Jongkang jongking?
Apa kau merepek ni?

Ya, dakwah dan pelajaran BUKAN macam
jongkang jongking
Bila dakwah di atas, pelajaran di bawah
Bila pelajaran di atas, dakwah di bawah
Tu bukan dakwah namanya
Dan tu bukan belajar namanya

Habis tu?

Hmm, dakwah dan pelajaran kena
berkadar terus
Tak boleh inversely proportional

Apa maksud kau?

Orang yang melakukan kerja dakwah
dengan ikhlas akan menemukan Allah
dalam pelajarannya

Aku tidak faham

Tak pe, aku terangkan
Macam gini, bila dah berdakwah tu
Rasa senang je nak study
Bila belajar tentang mitokondria
misalnya
Boleh bayangkan betapa hebatnya Allah
ciptakan mitokondria
Bila belajar tentang algebra, terasa
kerdilnya diri
Bila belajar tentang Hukum Boyle,
terasa akrab dengan Pencipta
Kenapa?
Sebab diri tahu bahawa hukum-hukum
tersebut adalah hukum Allah
Ilmu-ilmu tersebut adalah milik Allah
Rasa senang hati nak terima ilmu
Kalau orang lain study 1 jam
Dia hanya perlu study 10 minit sahaja
Sebab apa?
Sebab ada keberkatan masa dalam
studynya itu

Aku tak pernah rasa semua itu
Lain tu, selama ni kau nak cakap yang
aku ikut program tarbiah dan dakwah tu
tak ikhlas?

Tak, itu bukan maksud aku
Cuma kena checklah sikit hati tu
Waktu buat kerja dakwah tu, ada tak
berlaku tarik tali dengan Allah

Apa maksud kau tarik tali dengan Allah?

Ok, aku berikan contoh
Misalnya waktu buat kerja dakwah tu,
Terdetik tak kat hati , banyak lagi
yang tidak habis belajar
Terdetik tak kat hati, assignment
banyak lagi
Itulah maksudnya tarik tali dengan
Allah
Ada keraguan dalam hati
Seolah-olah tidak yakin dengan janji
Allah
Siapa yang menolong agama Allah,
nescaya Allah akan menolongnya
Kita melakukan jual beli dengan Allah,
tapi kita tidak bayar lagi
Kita berdoa, tapi tak de kesungguhan
dalam doa kita
Kita berdakwah, tapi hati kita tiada
dengan Allah

Lia dah faham
Lia kena banyak muhasabah
Lia dah study dari tadi, tapi tak
masuk-masuk
Lia tahu itu maksudnya peringatan dari
Allah
Lia yang tahu hukum berdakwah tidak
mengerjakan kerja tersebut

Lia, sahabatku,
Seorang ibu pernah mengatakan
Aku ingin dakwah terlihat dalam setiap
perbuatanku
Setiap kali aku bergaul dengan
jiranku, aku ingin mereka merasakan
kemanisan iman dan Islam
Setiap kali jiranku melihat kebahagian
rumahtanggaku, aku ingin mereka
merasakan keindahan Islam
Lia, itulah yang inginku kubentuk
dalam diriku
Aku ingin setiap perbuatanku menjadi
manifestasi dakwah itu sendiri
Pelajaranku, hubunganku dengan
keluarga dan sahabat, segalanya adalah
dakwah
Moga kita bersama dalam usaha
merealisasikannya
Lia, aku ingin berkongsi dua kisah,
Pertama, mengenai kisah Assyahid Imam
Hassan AlBanna
Dan kedua kisah sahabatku di Indonesia
Moga kedua-dua kisah ini dapat kita
renungkan bersama
Menjadi motivasi buat kita untuk terus
berada dalam mandala ini.

Lia, kau pastinya arif mengenai
Assyahid Imam Hassan AlBanna.
Dakwahnya menyinari hati umat manusia
di saat itu. Dia berdakwah sehingga ke
kawasan perkampungan di gunung-gunung
yang tinggi. Semua manusia
mengenalinya. Tanyakan sahaja di
jalanan di saat itu, kenalkah kamu
dengan Assyahid Imam Hassan Al Banna,
pasti semua mengenalinya kerana kerja
kerasnya di dalam perjuangan dakwah .
Lia, aku akui sememangnya untuk
berjaya dalam pelajaran, kita kena
berusaha. Itu Sunnatullah. Tapi Lia,
kemenangan Islam takkan tertegak
dengan kata-kata, dengan mimpi sahaja.
Untuk memastikan kejayaan dakwah, kita
juga kena berusaha. Itu juga adalah
Sunnatullah. Kemenangan Islam
memerlukan pengorbanan dari
pengikutnya.

Lia, aku kongsikan pembacaanku dalam
buku Detik-detik Hidupku karangan
Assyahid Imam Hassan Al Banna:

<ArRahimNya, memberi ketenangan dan
kepuasan kepada hambaNya yang beriman
apabila Dia mahukan segala sesuatu
urusan/ perkara Dia akan
mempermudahkan hambaNya itu untuk
mencapainya. Pada malam sebelum ujian
nahu, saya telah bermimpi. Di dalam
mimpi tersebut, saya sedang berada
dalam sebuah perahu bersama-sama
ulama yang terkenal.Perahu itu sedang
berlayar di Sungai Nil. Salah seorang
ulama itu menghampiri saya. Dia
memakai pakaian orang-orang di
pedalaman Mesir. Dia menyoal saya, Di
mana syarah (huraian) Ibnu Aqeel
mengenai al-Afiyah? Saya
menjawab, Ini dia! Katanya, Mari
kita ulangkaji sebahagian darinya.
Buka ke muka surat sekian-sekian .
Saya pun membuka ke muka surat-muka
surat yang disebutkannya dan mula
mengulangkaji. Kemudian saya terkejut
jaga. Saya sangat gembira. Pagi
esoknya saya menduduki ujian. Saya
dapati kebanyakan soalan datang dari
muka surat-muka surat yang saya baca
di dalam mimpi tersebut. Ini semua
adalah rahmat Allah. Allah telah
memberi rahmat istimewa kepada saya.
Mimpi yang benar adalah sumber
maklumat kepada seorang Mukmin. Segala
puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.>>

Itulah rahsia kejayaan seorang Mukmin.
Seorang sahabat di Indonesia pernah
bercerita mengenai pelajarannya.
Alhamdulillah, dia memperolehi yang
terbaik.

Dia ingin mempertahankan prestasi
terbaik untuk Allah, agama Allah. Di
sudut lainnya, dia tidak suka mengejar
dunia, bersaing untuk berasa hebat.
Dia hanya ingin memberikan yang
terbaik sebagai hamba Allah.

Dahulu dia bukan begitu. Dia pernah
kecundang. Dia pernah bertanya kepada
Allah - Ya Allah, kenapa engkau
mentakdirkan prestasi yang baik buat
temanku? Apakah temanku itu punya
alasan yang kuat sehingga Engkau
menolongnya. Aku mempunyai mimpi yang
besar untuk menegakkan agamaMu melalui
pergerakan dakwah. Maka aku mohon
bahawa aku harus berjaya.

Lalu Allah memberitahu dirinya melalui
suatu kisah sahabat yang dijamin masuk
syurga, padahal seharian ibadahnya
sama saja seperti sahabat yang lain.
Dan ketika ditanya prinsip hidupnya,
sahabat itu menjawab "Aku tak suka
membanding-bandingk an apa yang Allah
berikan kepada hamba-hambaNya. Aku
yakin Allah Maha Baik dan menjamin
kebaikan untukku dalam situasi sulit
atau lapang. Aku akan tetap redha
kepada Allah dalam situasi apapun. Aku
akan tetap bersaksi bahawa Allah
adalah Robb yang Maha Esa, meskipun
gunung-gunung harta itu milikku atau
aku tak punya harta sedikit pun.

Lia, saya teringat email yang pernah
saya terima dari seorang kawan.
Tulisannya benar-benar terkesan di
hati saya. Dia bercerita tentang
seorang wanita yang terkena penyakit
disebabkan poliovirus semenjak kecil.
Kisah ini kisah benar. Saya namakan
wanita ini A. A memerlukan tongkat
untuk berjalan. A tidak berapa cantik,
tidak slim dan tidak tinggi. Satu
sahaja keinginan A. A ingin sesiapa
sahaja yang melihatnya mengucapkan
Subhanallah.

Keinginan A tercapai. Bila A belajar
di sekolah menengah dan berjaya,
manusia yang ditemuinya mengucapkan
Subahanallah. Bila A berjaya masuk ke
universiti, sekali lagi orang ramai
mengucapkan Subhanallah. Bila A
menyudahkan pelajarannya, sekali lagi
manusia mengucapkan Subhanallah. Dan
sekali lagi orang ramai mengucapkan
Subhanallah apabila A mengahwini
seorang lelaki yang kacak dan beriman.

Orang ramai tertanya-tanya, apa yang
mampu A berikan kepada suaminya.
Takdir Allah menentukan yang
sebaiknya. Allah mengurniakan A dan
suaminya 3 orang anak yang comel dan
sempurna. Sekali lagi orang ramai
mengucapkan Subhanallah.

Dengan kecacatanya, A masih mampu
membuat manusia mengingati Allah.
Sejarah menunjukkan kita bahawa rupa
paras bukan persoalan utama. Ingat
lagi tentang Abdullah bin Ummi
Makhtum. Dia sahabat nabi yang buta.
Dia mahu membawa panji bendera Islam.
Katanya, buta menyebabkan dia tidak
takut kerana dia tidak akan dapat
melihat bilangan musuh. Akhirnya dia
syahid. Mereka yang menemui mayatnya
tidak dapat mengecamnya kerana terlalu
banyak luka parah yang dialaminya.
Subhanallah.

Pasti Lia ingat lagi Assyahid Sheikh
Ahmad Yassin. Dia cacat. Duduk di atas
kerusi roda. Tapi apa yang telah dia
lakukan? HAMAS berdiri dengan izzah.
Musuh menggeruninya.

Lia, kita sempurna. Ayuh lakukan
sesuatu untuk Islam. Ayuh berada dalam
saf perjuangan.


Siapa lagi yang akan memperjuangkan islam kalau bukan kita? Bila lagi kita nak perjuangkan agama Allah kalau bukan sekarang?

Ahad, 19 Ogos 2007

Bermulanya episod baru dalam hidupku..

ini adalah post from SINAR keluaran Ogos. Sangat bermakna..

CUACA BARU, SINARAN YANG LEBIH UTUH

Perjalanan saya bermula kembali setiap pagi. Kerehatan di malam hari yang Allah jadikan sebagai suatu nikmat kepada saya merupakan ketenangan yang tidak dapat dijelaskan kelazatannya. Fajar yang menyingsing membuka buku kehidupan saya secepat kelopak mata yang dibuka dari pejam. Sekeras mana saya mahhu memperlahankannya, ia tetap akan terjadi dengan kadar yang cepat. Begitulah hari-hari dalam kehidupan saya sebagai seorang muslim, tidak pernah lengah dalam mencari kehidupan dunia dan akhirat sebaik mata disimbah cahaya.

Musim yang telah berlalu menjadi penanda agar saya menyegarkan kembali azam yang semakin kabur dan semakin berhabuk. Di sinilah bermulanya titik tolak baru, permulaan separuh kedua dalam hidup saya. Langkah perlu lebih yakin dan lebih deras, umpama air meluncur laju dari puncak bukit menuju kolam di bawah, destinasi telah pasti, dan keraguan tiada lagi. Bismillah…

Langkah perubahan untuk saya perlu dimulakan dengan baik agar tidak jatuh di tengah jalan. Perlu bijak, seperti saya! Saya yakin bahawa itu perlu diawali dengan kehendak yang tinggi. Tidak hanya dengan semangat berkobar tanpa keinginan benar. Bak kata pujangga,

“Jagalah himmah, kerana sesungguhnya himmah itu adalah permulaan bagi semua perkara”

Barangkali tidak ada perubahan tanpa tolakan dalaman yang kuat dan terjaga. Saya memang benar-benar mahu berubah, bukan lagi cakap-cakap kosong seperti tahun-tahun sebelum ini. Barangkali ini akan menjadi perubahan paling besar dalam hidup saya, dan saya mahukan perubahan ini. Di sebalik kehendak yang besar ini, saya pastinya akan menyandarkannya pada keikhlasan kerana Allah Ta’ala. Saya rasa tidak bererti dan seolah-olah kosong andai perubahan ini tidak bernilai sebagai suatu ibadah saya kepada Allah s.w.t. Biar setiap suatu perkara itu memberi saya suatu langkah menuju balasan Allah balasan Allah yang baik. Moga-moga syurga Firdausi, amin.

Keinginan saya yang hebat ini saya susurkan pada matlamat yang betul dan realistic. Pastinya saya perlu jujur dengan diri saya sendiri. Moga niat yang ikhlas kerana Allah Ta’ala membawa saya kepada cita-cita dan kaedah yang diredhai-Nya. Saya merasakan perlu berubah setapak demi setapak, tetapi agar yang kecil dilangkahi dengan cepat dan yang besar diadili dengan tepat. Bukan meredah bagai babi hutan, menunduk dan segera menuju mangsa. Biar jelas setiap yang dituju, jangan nanti terlanggar pokok berpaling teresak-esak merintih pada benjol di kepala, tak endah untuk bermula kembali. Jadi saya ingin sekali merancang dengan betul fasa perubahan saya. Insya-Allah, aku mula menulisnya sebaik selesai yang ini.

Sebelum ini saya telah banyak menetapkan matlamat, tapi seolah-olah tidak banyak yang dapat saya capai. Di mana silapnya? “ Mungkin kamu tidak bermuhasabah. Tidak pernah ingin periksa di mana silapnya. Boleh jadi kerana kamu malu dengan kesalahan kamu sendiri.” Mungkin benar kata awak. Terima kasih, suara hati. Kalau begitu, saya tuliskan juga selepas selesai yang ini. Akan saya tampalkan di depan mata saya, agar setiap kali saya melihat padanya, saya akan mengingatkan diri saya untuk menjauhinya. Insya-Allah, sedikit demi sedikit. Biar realistic, bukan??! Dan andai ada yang baik, saya teruskan agar bertambah kebaikan hari demi hari, agar tidak celaka kerana semalam lebih baik dari hari ini. Saya berjanji.

Apa lagi yang perlu saya buat? Saya tidak mahu sinaran yang menjerkah diri saya ini nanti pergi menyelinap di belakang awan. Saya masih bersemangat, penuh dengan ilmu dan pengalaman dari musim yang lalu. Suara hati, apa yang saya mahukan lagi? “ Kamu perlukan teman. Teman untuk bersama-sama kamu dalam mengejar sinaran baru kamu yan glebih utuh itu. Jangan kamu biarkan diri kamu bersendirian untuk jangkamasa yang lama. Ingatlah pada sabda Nabi s.a.w., serigala hanya akan memakan kambing yang bersendirian. Aku lihat si fulan dan si fulan paling baik untuk kamu. Jangan segan dengan mereka. Mereka itu sudi membantumu, aku yakin. Aku juga perlukan jiwa lain untuk bersama, untuk menuang segala yang ada padaku kepada jiwa-jiwa mereka.”
Suara hati, kau benar, aku pernah mendengar hadith Nabi s.a.w. daripada Abu Musa

“Bahawasanya seorang muslim itu seperti batu-bata, satu menyokong yang lain.”

Memang aku perlukan teman, tapi mereka tidak tahu dengan cita-cita aku. “Kisahkanlah kepada merek. Ceritakan yang aku mahu berubah, dan kau mahu merka bersamamu. Setitis demi setitis, nanti mereka akan sudi menakung semuanya” Sahabat, di mana fulan?

Cuaca yang baru bukan mudah untuk dinikmati segala keindahannya. Saya kini sedar bahawa amat banyak perkara yang perlu saya usahakan. Perlukan sifat istiqomah. Bukan perkara mudah untuk berubah. Satu perkara yang perlu saya cari dan usahakan. Saya yakin saya mampu. Saya juga perlu bersedia untuk bermujahadah. Menentang sifat malas, membidas keraguan dengan keyakinan, membidik matlamat dan cita-cita dengan betul dan bersungguh-sungguh Semua ini sejak dari awal saya jadikan sebagai ibadah kerana Allah Ta’ala. Dengan sepenuh hati saya ikhlaskan kerana Allah Ta’ala. Saya pernah mendengar firman Allah Ta’ala;

Dan Aku tidak mencipatakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdikan diri kepada-Ku (Adz-Zaariyat: 51-56)

Saya benar-benar yakin bahawa perubahan itu satu kemestian dalam kehidupan manusia, apatah lagi seorang muslim. Dulu tidak indah islam yang saya pamerkan, kini saya tahu bahawa jalan untuk mencapai perubahan itu ada dan ia mampu membawa kepada keindahan islam yang sering saya baca dalam kisah-kisah Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabat. Saya adalah satu daripada pintu-pintu umat islam, andai kata saya tidak menjaganya dengan baik, maka syaitan, manusia dan jin yang memusuhi islam akan masuk dan merosakkan umat ini melalui pintu saya. Moga Allah memudakan usaha saya dan meredhainya. Amin.

Sabtu, 18 Ogos 2007

teknik-teknik hafazan

from ALKIS

Berbanding dengan tips yang telah dibincangkan dalam tajuk-tajuk sebelum ini yang semuanya berasaskan nas-nas daripada al-Quraan, hadits dan ‘aathar, tips kali ini adalah berdasarkan contoh amalan pelajar-pelajar tahfiz. Perbincangan kali ini bukanlah untuk menyarankan apakah tip yang terbaik, sebaliknya sekadar untuk membuka minda kita bahawa perlunya kita membuat ‘exploration’ bagi mencari kaedah terbaik dan bersesuaian dengan kekuatan dan kelemahan diri kita. Di samping itu juga untuk memikirkan jenis teknik yang paling bersesuaian dengan “nature” kehidupan seharian kita. Namun, sebelum membincangkan teknik-teknik berkenaan elok juga diambil pengajaran daripada yang disarankan oleh Ibn ‘Abbas bila orang bertanya kepadanya bagaimana dia menghafaz. Beliau menjawab “aku baca, aku fahami dan aku amalkan”.

Jika diteliti jaguh-jaguh sukan beraksi, kita akan dapati mereka mempunyai banyak set teknik bagi memenangi sesuatu pertandingan. Ambil sahaja satu contoh kecil dalam Perlumbaan kereta F1 misalnya. Lihat kepelbagaian teknik pemandu ketika memasuki ‘pit-stop’. Begitu juga banyaknya teknik ‘lipat’ dalam sepak takraw. Malahan tentunya ramai yang arif tentang banyak jenis sepakan penalti dalam bola sepak. Cuba kita beberapa contoh yang diamalkan oleh sesetengah orang orang untuk menghafaz, seperti di bawah:

1. HAFAZAN TALAQQY

Salah seorang daripada guru saya bernama Isa berasal dari Sudan. Beliau mempunyai sanad penghafazan sehingga ke RasulAllah SAW yang yang tidak terputus hubungan talian sanadnya yang diwarisi dalam keluarganya dari satu generasi ke satu generasi. Teknik yang diajarkan ialah semasa dia membaca al-Quraan murid-muridnya mesti menulis ayat-ayat yang ditalaqqiykan. Setelah habis ditulis, mereka dikehendaki membacanya dan didengari oleh beliau untuk diperiksa. Sekiranya semua telah betul, murid-muridnya dikehendaki menghafaz seperti yang ditulis itu sahaja, bukan daripada mashaf. Menurut beliau, itulah teknik asal penghafazan al-Quraan yang diajari oleh Jibril. Oleh sebab RasulAllah tidak tahu menulis dan membaca, Baginda meminta orang lain untuk menulisnya (sila rujuk seerah).

2. HAFAZAN UNTUK SOLAT SUNAT

Beberapa hadis ada menyatakan bahawa betapa besarnya pahala membaca al-Quraan ketika bersolat. Seorang lagi guru saya yang bernama Dr. Yusuf dari Oman mengajarkan teknik menghafaz untuk solat sunat. Menggunakan kaedah ini, kita hanya perlu menghafaz lima ayat baru setiap hari yang setiap satu ayat akan dibaca dalam setiap solat sunat rawatib. Sedikit demi sedikit cantumkan ayat-ayat berkenaan sehingga lengkap menjadi satu rubu’ atau satu surah.

3. BED-TIME STORY

Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar bahawa membaca al-Quraan sama ada melalui lisan atau dalam hati merupakan ubat tidur yang mujarab bagi mereka yang menghadapi masalah untuk memulakan tidur. Ada pelajar-pelajar tahfiz mengambil kesempatan ini dengan ‘pura-pura’ menghafaz untuk memudahkan tidur. Caranya mudah, pilih sahaja mana-mana ayat, kemudian baca, pejamkan mata dan cuba ingat ayat-ayat tersebut dalam hati. Insya Allah, dalam beberapa minit akan tertidur. Kalau terjaga semula, ulangi dan sambung… sehingga terlelap.

4. HAFAZAN 1-2, 1-2.

Jenis ini merupakan teknik hafazan serius. Sama ada kita sedari atau tidak, menghafaz ayat-ayat tertentu dalam al-Quraan berbeza dalam konteks menghafaz keseluruhan al-Quraan. Prinsip yang mudah difahami ialah setiap ayat al-Quraan mempunyai kaitan atau ikatan dengan ayat sebelum dan selepasnya. Hafazan 1-2, 1-2 memerlukan kita menghafaz dua ayat pada setiap masa. Peringkat pertama dimulai dengan ayat no.1 dan no.2, kemudian no.2 dan no.3, kemudian no.3 dan no.4, sehinggalah tamat satu surah atau rubu’. Setelah tamat proses Peringkat pertama, masuki peringkat kedua dengan cuba menghafaz keseluruhan surah atau rubu’ berkenaan. Mungkin kaedah ini sesuai diamalkan bersama-sama kaedah No.2 di atas.

5. HAFAZAN 1-2-3

Sama seperti teknik di atas, teknik ini juga merupakan teknik hafazan serius. Caranya ialah dengan membaca tiga ayat serentak. Contohnya jika kita menghafaz ayat-ayat no. 1,2 dan 3, ketika kita menghafaz ayat no.1 kita perlu ‘membaca’ ayat no.2. Setelah ayat no.1 telah berjaya dihafaz, ulangi ayat tersebut tanpa melihat mashaf, kemudian cuba hafaz ayat no.2 (yang kita telah ‘baca’ ketika manghafaz ayat no.1), diikuti dengan ‘membaca’ ayat no.3. Begitulah seterusnya. Maksudnya, pembacaan ayat pertama merupakan proses ‘pengukuhan’ apa yang dihafaz. Ayat kedua adalah percubaan menghafaz. Ayat ketiga hanya dibaca sahaja. Ayat ketiga ini bukanlah setakat dibaca sahaja, tetapi membaca sehingga kita yakin sudah boleh dihafaz. Ini juga bermaksud bahawa kita hanya berhenti mengulangi ‘pengukuhan’ hafazan ayat pertama setelah ayat ketiga sudah di‘register’ dalam ingatan ikatan kita.

6. HAFAZAN DERAAN

Teknik ini nampak lebih serius. Saya pernah bertemu dengan salah seorang daripada imam dari England yang bernama ‘Uzair, amat baik hafazannya dalam semua sudut. Memerhatikan cara beliau membuat semakan, bolehlah diklasifikasikan sebagai ‘teknik deraan’. Setiap kali ‘terbuat’ silap atau ‘tersangkut’ dia akan kembali semula ke awal rubu’. Walaupun cara yang dipraktikkan oleh Imam ‘Uzair ini kelihatan seperti satu bentuk deraan, sebenarnya ada satu prinsip yang dipraktikkan. Prinsipnya ialah apabila kita memulakan bacaan untuk satu-satu rubu’, seawal ayat pertama lagi memori (otak) kita sudah sepatutnya mengumpulkan maklumat mengenai ayat-ayat di hadapan. Dengan kata lain, sekiranya kita mengimami solat dan mahu membaca satu surah yang mengandungi 50 ayat, pada ayat pertama lagi kita telah mempunyai ‘map’ untuk perjalanan seterusnya dah telahpun tahu apakah bacaan pada ayat ke-50 nanti.

7. HAFAZAN NON-COMMITTAL

Teknik ini lebih senang. Baca sahaja mana-mana surah atau rubu’ setiap hari tanpa terikat untuk menghafaz. Setelah beberapa hari, memori kita insya Allah akan boleh merakam ayat-ayat dengan mudah. Apabila kita telah menyedari ada ayat yang mula masuk dalam ingatan kita, cuba kembangkan ingatan pada ayat-ayat sebelum dan selepasnya. Bagaimana kalau terlupa?. Just forget it!. Insya Allah akan datang kembali. Maha Suci Allah yang menurunkan al-Quraan sebagai satu mukjizat yang di luar pemikiran manusia untuk memahaminya. Biasanya selepas 40-60 hari, keseluruhan satu rubu’ boleh dihafaz melalui cara sebegini.

8. HAFAZAN MENGUDUR (REVERSE)

Sama juga dengan kaedah di atas. Namun, kaedah ini merupakan pemakaian prinsip ‘pembinaan’ map seperti yang dinyatakan dalam kaedah ‘deraan’ tadi. Jika dibandingkan, kaedah ini lebih teratur berbanding hafazan non-committal di atas. Setiap hari cuba baca keseluruhan satu rubu’ atau surah. Pada akhir sesi, hafazkan ayat yang terakhir sahaja. Jadi, jika jumlah keseluruhan ayat adalah 60, mulakan hafazan dengan ayat no.60, kemudian ayat 59 dan begitulah seterusnya. Untuk memberikan impak yang lebih baik, hafazkan ayat-ayat terakhir tersebut dengan menggunakan teknik 1-2, 1-2 seperti yang dibincangkan di atas. Oleh sebab kita membaca rubu’ tersebut setiap hari, insya Allah sebelum sampai ayat ke-30, keseluruhan rubu’ telah berjaya dihafaz.

9. TEKNIK ‘GANJIL’

Dikatakan bahawa terdapat amalan sesetengah orang Arab yang menghafaz dengan memulakan menulis ayat-ayat yang hendak dihafaz. Setelah ayat tersebut berjaya dihafaz, pelajar-pelajar berkenaan membakar nota mereka, asapnya disedut dan abunya dilarutkan ke dalam air dan diminum. Menurut mereka ada hadith sahih (saya sendiri tidak ketemu matan dan riwayatnya – waAllahu a’lam) yang membawa maksud bahawa tulisan al-Quraan adalah penawar pelbagai penyakit dan pendiding daripada rasukan syaitan.

10 HAFAZAN PAST TIME

Mengikut cerita orang, orang-orang bekerja sebagai ‘jaga’ dan penjaga gate keretapi di Mesir semuanya hafiz, waAllah a’lam.

KESIMPULANNYA

1. Terdapat banyak teknik hafazan yang boleh dicuba untuk dipraktikan mengikut kemampuan ingatan kita dan yang bersesuaian dengan corak kehidupan seharian kita.

2. Penghafazan yang baik (sila lihat teknik no.1 dan 2), adalah melibatkan banyak anggota badan – mata, telinga, lidah dan tangan.

3. Teknik hafazan yang baik tidak semestinya yang membebankan, sebaliknya bersesuaian.

4. Jangan lupa, sama ada kita berjaya atau tidak bukanlah suatu perkara yang paling penting kerana membaca al-Quraan merupakan ibadah khusus yang pahalanya dikira daripada setiap huruf yang dibaca.

Sallehuddin Ishak, Glasgow

selamat menghafal..moga kita semua dapat menjadi pemelihara alquran..

hidup sebagai pemelihara alquran

From ALKIS.. (http://web.alkis.org.my/?p=16)..ni just kesimpulan keseluruhan..

Cuba tanyakan kepada diri kita sendiri, ‘kenapa saya harus menghafaz al-Quraan?’. Kemudian tanya pula mereka yang arif dalam soal motivasi diri, ‘bagaimanakah cara untuk berjaya mencapai cita-cita?’ dan ‘kenapa pula ada orang yang ‘mati celik?’. Mungkin ada pakar motivasi menyarankan bahawa orang-orang berjaya adalah mereka yang mempunyai kekuatan dalam diri dan mempunyai ‘definite purpose’ dalam perjuangan hidup.

Apakah pula ‘definite purpose’ para penghafaz al-Quraan?. Adakah kerana mengikut ‘trend’ atau kerana budaya satu-satu bangsa (terutamanya bangsa Arab)? Adakah kerana sekeping sijil atau kerana salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan akademik?. Mungkinkah juga bagi mencapai cita-cita untuk menjadi imam yang tersohor atau untuk digelar orang sebagai al-Hafiz, al-Qari’ wal-Muqri’?. Tanyakan diri kita sendiri, dari mana asalnya gelaran-gelaran tersebut? Adakah bersumberkan nas-nas yang sahih?, Adakah gelaran-gelaran tersebut telah wujud di zaman Rasul SAW, Sahabat dan Tabi-ein?


Daripada nas-nas al-Quraan, hadith, seerah dan dan sejarah sekurang-kurang ada empat ‘definite purpose’ yang yang menjadi motivasi untuk mendorong generasi terdahulu untuk menghafaz al-Quraan, iaitu:

PERTAMA – Dimuliakan oleh Allah semasa masih hidup lagi sehinggalah kepada penentuan kedudukan di dalam liang lahad;

KEDUA – Sebagai syarat kesempurnaan untuk kefaqihan dalam soal-soal agama;

KETIGA – Bagi mendekatkan diri kepada peluang untuk mati syahid;

KEEMPAT – Sebagai persediaan untuk menyahut perintah Allah supaya membaca al-Quraan di Padang Mahsyar nanti.



Proses penghafazan al-Quraan lebih mengutamakan aspek ibadah dan spiritual dan tidak melebihkan aspek akademik, mental dan kemahiran. Oleh itu ciri-ciri ibadahnya harus diambil diambil berat. Dengan itu, banyak do’s and don’ts yang perlu diambil perhatian. Jikalau hendak disenaraikan satu persatu, amatlah banyak. Mungkin bermula daripada amalan sebesar-besarnya iaitu berjihad dan berperang di jalan Allah sehingga sekecil-kecil amalan yang mungkin termasuklah bersopan di jalan raya. Memadailah pada peluang yang sedikit ini kita membincangkan beberapa amalan sunat yang diangap kecil tetapi mempunyai kaitan langsung dengan proses penghazan.

amalan2 seorang hafiz:
1. Lazimkan mendirikan solat nawafil (solat sunat).
2. Lazimkan mendirikan solat berjamaah.
3. Sentiasalah memohon ampun, beristighfar dan bertaubat.
4. Lazimkan berdoa untuk mukminin dan mukminat.
5. Jaga lidah.
6. Take care!.(health and diet)
7. Tunaikan tanggungjawab sebagai seorang hafiz.


so people..are you ready??

Khamis, 16 Ogos 2007

Allah jua yang memudahkan..

Selamat berjuang sahabat2ku.walau dimana anda berada..

Khamis, 9 Ogos 2007

Tatkala terleka..

A friend gave me this reminder on ym..it came at the right time lagi tu.alhamdulillah..

"The Muslim woman may find herself becoming neglectful and slipping from the straight path, so she may fall short in her practice of Islam in a way that does not befit the believing woman. But she will soon notice her error, seek forgiveness for her mistakes or shortcomings, and return to the protection of Allah. "Those who fear Allah, when a thought of evil from Satan assaults them, bring Allah to remembrance, when Lo! They see [aright]!" (Qur'an 7:201)

Isnin, 6 Ogos 2007

ten things that muslims waste

Rintihan seorang hamba..

ighfirly ya rabbi..


Tuhanku, ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku, maafkanlah kejahilan hambaMu

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi ku ingat, petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh tuhanku, kau pimpinlah
Diri ini, yang mendamba cintaMu
Aku lemah, aku jahil
Tanpa pimpinan dari Mu

Ku sering berjanji depanMu
Sering jua ku memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi ku ingat petang ku alpa
Begitulah silih berganti

Oh tuhanku, Kau pimpinlah
Diri ini, yang mendamba cintaMu
Aku lemah, aku jahil
Tanpa pimpinan dari Mu
Kau pengasih
Kau penyayang
Kau pengampun
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku

Tuhan diri ini tidak layak ke syurga Mu
Tapi tidak pula aku sanggup ke nerakaMu

Ku takut kepadaMu
Ku harap jua padaMu
Mogaku kan selamat
Dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat

penyanyi:Raihan
judul lagu:Tuhanku

Sabtu, 4 Ogos 2007

menjaga hati..

sebuah cerpen from paksi.net


Hati kita mati sedikit demi sedikit pada satu masa disebabkan perbuatan kita. Beberapa tahun yang lepas, seperti hari-hari kerja yang biasa sayamasuk ke dalam pejabat saya. Namun terdapat sesuatu yang luar biasa pada pagi itu, seseorang yang baik hati telah meletak satu bekas berisi 3 ‘chocolate brownies’. Tahu-tahu saja orang misteri itu yang brownies adalah makanan kegemaran saya. Bersama-sama dengan brownies itu terdapat sehelai kertas yang tertulis satu cerpen di atasnya. Sambil duduk menjamah brownies yang pertama, saya mula membaca kisah seperti yang tertulis di bawah.

Dua orang remaja meminta kebenaran ayahnya untuk pergi menonton filem yang sudah ditonton oleh semua rakan-rakan mereka. Namun selepas membaca sedikit review filem itu di internet, ayah mereka menolak permintaan mereka.

“Ah ayah, kenapa tak boleh?” gusar si adik. “Ia dilabel PG-13, tapi kami berdua dah pun lebih dari 13 tahun!”

Ayahnya membalas, “Ini kerana filem itu terdapat aksi-aksi yang tidak bermoral dan tidak patut ditonton oleh masyarakat umum.”

“Tapi ayah, itu cuma sebahagian kecil daripada filem itu! Kawan-kawan kami cakap, filem itu ada 2 jam, tapi aksi-aksi itu hanya beberapa minit saja! Filem ini ada banyak pengajaran yang lebih besar, seperti kemenangan kebaikan di atas kejahatan, pengorbanan, dan keberanian. Review di laman web filem yang cakap begitu!”

“Jawapan ayah ialah “tidak” dan ini adalah muktamad. Kamu boleh ajak kawan-kawan kamu datang ke rumah malam ini dan menonton video-video yang ada dalam koleksi video keluarga kita. Tapi kamu tidak boleh pergi menonton filem itu. End of discussion.”

Kedua-dua anak itu berjalan dengan muka masam mencuka ke ruang tamu dan duduk di atas sofa. Sambil membayangkan wajah pelakon filem yang tidak akan mereka tonton, mereka terdengar bunyi dari dapur; seperti bunyi ayah mereka menyediakan sesuatu. Tidak lama kemudian mereka mengecam bau aroma brownies sedang dimasak di dalam oven, dan si abang berkata kepada adiknya, “Ayah mesti rasa bersalah, dan sekarang dia hendak mengambil hati kita dengan brownies tu. Mungkin kita boleh lembutkan hatinya dan memujuknya untuk benarkan kita pergi ke wayang menonton filem itu.”

Ketika ini saya sudah pun habis memakan brownies pertama dan mula memakan yang kedua. Saya memikirkan, apakah kaitan antara brownies yang saya makan dan brownies di dalam kisah ini. Saya teruskan bacaan saya.

Kedua-dua remaja itu tidak kecewa. Tidak lama kemudian, ayah mereka muncul dari dapur dengan satu pinggan brownies yang masih panas dari oven, dan memberinya kepada kedua orang anaknya. Kedua-dua mereka mengambil satu brownies.

Kemudian si ayah berkata, “Sebelum kamu semua makan, ayah nak cakap sesuatu. Ayah sayangkan kamu berdua.” Kedua-dua remaja itu saling berpandangan antara satu sama lain dengan senyuman penuh makna. “Ayah dah lembut hati,” bisik hati mereka.

“Itulah sebabnya ayah membuat brownies ini menggunakan bahan-bahan yang terbaik. Hampir kesemua bahan adalah organik; tepung organik yang terbaik, telur ayam gred A, gula organik yang terbaik, vanilla premium dan coklat.”

Brownies itu kelihatan sungguh melazatkan, dan kedua remaja itu menjadi semakin tidak sabar lagi untuk merasai kesedapannya kerana ditangguhkan oleh ‘khutbah’ ayahnya yang semakin panjang.

“Tetapi ayah ingin berlaku jujur kepada kamu berdua. Ada satu bahan istimewa yang ayah letak dalam brownies itu yang tidak akan dijumpai oleh mana-mana brownies lain. Dan bahan itu ayah ambil dari belakang rumah kita. Tapi kamu jangan risau, ayah hanya letak sekelumit sahaja bahan itu ke dalam brownies kamu. Jumlahnya sangatlah sedikit. Jadi makanlah dan berikan pendapat kamu tentang resepi baru brownies ayah.”

“Ayah, boleh tak ayah bagitahu apa bahan misteri tu sebelum kami mula makan?” tanya si abang.

“Kenapa? Sikit je jumlah bahan tu yang ayah letak. Satu sudu je. Kamu tak akan boleh perasan pun rasanya.”

“Ala ayah.. bagitahu je la kat kami apa bahan tu” pinta si adik.

“Jangan risau! Bahan tu organik, sama seperti bahan-bahan lain juga”.

“Ayahh..” pinta kedua-dua beradik itu, serentak.

“Ok, kalau kamu bersungguh-sungguh nak tahu. Kandungan misteri itu ialah…. Tahi anjing!!”

Saya terus berhenti menguyah brownies kedua dan saki-baki di dalam mulut saya luahkan di dalam bakul sampah di tepi meja saya. Saya teruskan membaca beberapa perenggan terakhir dari cerpen yang menakutkan itu.

Kedua-dua anak itu terus meletakkan kembali brownies itu ke dalam pinggan dan mengesat-ngesatkan tangan kanan mereka ke baju dengan penuh rasa menjijikkan.

“Ayah! Ayah tahu tak yang ayah dah seksa kami dengan bau brownies yang sedap tu selama setengah jam. Bila dah siap, ayah kata ayah letak tahi anjing dalam brownies tu. Kami mana boleh makan bende tu”.

“Kenapa tak boleh pula? Kandungan tahi tu sangat sedikit kalau dibandingkan dengan bahan-bahan lain. Takkan ada efek punya la.. Ia sudah pun dimasak bersama-sama bahan yang lain. Kamu takkan boleh perasan pun rasanya. Ia dah pun bersebati dengan bahan-bahan lain menjadi brownies. Jadi tunggu apa lagi, makanlah!”

“Tak ayah… kami tetap taknak makan!”

“Dan ini adalah sebab yang sama kenapa ayah tak benarkan kamu berdua pergi menonton filem tadi. Kamu tak boleh terima sedikit tahi anjing di dalam pinggan kamu, kenapa kamu boleh terima sedikit adegan tidak bermoral di dalam filem yang boleh mengotorkan hati kamu? Kita berdoa kepada Allah yang Dia akan menjaga kita dari mengikut hawa nafsu, tapi kenapa kita dengan akal fikiran yang waras boleh membenarkan diri kita menonton sesuatu yang boleh meninggalkan kesan kotor di dalam diri, fikiran dan hati kita dan terperangkap di dalam lubuk nafsu sesudah itu? Harap kamu berdua dapat pengajaran yang baik dari peristiwa ini”.

Saya terus membuang lebihan-lebihan dari brownie kedua, dan brownie ketiga yang masih lagi belum disentuh. Sesuatu yang tidak boleh ditahan beberapa minit yang lalu kini menjadi sesuatu yang tidak boleh diterima. Dan ini semua hanya kerana terdapat kebarangkalian yang kecil bahawa apa yang saya makan tadi terkandung bahan istimewa, seperti di dalam cerpen itu juga. (Memang laa dalam tu takde bahan istimewa itu… tapi saya gagal meyakinkan diri saya. kan hadis ada cakap tinggalkan bende-bende syubhah )


>ighfirli ya Allah..

Jumaat, 3 Ogos 2007

tika konflik bermaharajalela..

tika konflik bermaharajalela dalam diri, seorang sahabat istimewa telah meng'sms'kan ayat Allah ini kepada saya.. sebuah peringatan yang sangat mendalam maksudnya..

"dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan kami (yang menjadikan mereka gembira dan beroleh keredhaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya" [29:69]

Ya Allah, moga Kau redhai segala usaha dan amalankku...Ameen..

Selasa, 31 Julai 2007

alasan..

copy paste from nurulathimridayu.multiply.com

basically, like this post coz terkena tepat pada batang hidung sendiri..
wahai diri.. hilangkanlah kesombongan dan keegoan yang melampau dalam diri
mengakulah kesalahan mu..jangan suka bagi alasan..dan, bersabarlah sentiasa..


Hari ini saya ingin berbagi satu pengalaman. Percaya atau tidak, sebahagian besar di antara kita membesar dengan satu fi'il (perangai/sikap), yakni akan cuba untuk mempertahankan diri sendiri, tidak kira sama ada kita yang bersalah atau tidak..

Saya jadi teringat ketika masih kecil dahulu, setiap dimarahi oleh ibu tercinta pasti saya akan men 'defense' diri sendiri.. Ada sahaja jawapan yang diberikan.. (no wonder my mom was always mad at me =0 )

"Mana adee.... bla bla bla..."

"Bukaaaaan..... bla bla bla...."

"Betul laa macam ni...... bla bla..."

"Takde laaaaa....... bla bla bla..."

Lagi dan lagi... the list goes on and on. Tepisan demi tepisan di buat hanya semata-mata ingin menegakkan pendapat sendiri. Tidak mahu mengaku kesalahan sendiri.

Maha Suci Allah, sesungguhnya manusia itu sombong, sentiasa mencari alasan walaupun sedar bahawasanya dirinya yang bersalah. Bahkan sekalipun di hadapan Allah ketika di hari Penghisaban nanti masih ada manusia yang mencari-cari alasan untuk mempertahankan diri sendiri.

" .... Sesungguhnya kehinaan dan azab pada hari ini ditimpakan kepada orang yang kafir, yaitu orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), "Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun." (Malaikat menjawab), "Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan." [an-Nahl: 27,28]

Semoga Allah melindungi kita dari yang itu.

Pada hari ini, setelah dihitung-hitung, berapa ramai dikalangan kita yang mudah mengakui kesalahan diri? Apabila ditegur atau dinasihati, adakah kita lebih cenderung mengatakan, " Wahai sahabatku yang dicintai, dalam hal ini aku bersalah...Terima kasih kerana menasihatiku... Ya Allah ampuni diriku.. " ataukah kita lebih cenderung mengatakan, " Bukaaaaan.. aku sebenarnya begini dan begitu.... Aku bukannya apee... bla bla bla.."

Pengalaman peribadi saya tinggal bersama muslim sisters yang datang dari serata dunia; Iran, Bangladesh, Singapura, Pakistan, Indonesia, Mesir etc. Walaupun Islam menyatukan kami, namun memang tidak dapat dinafikan ada perbezaan2 dari sudut adat dan cara pandang terhadap kehidupan masing2 kerana kami semua datang dari latar belakang yang berbeza.

"Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.." [al-Hujurat: 13]

Alhamdulillah, segala pujian hanya bagi Allah semata..saya besyukur kerana berpeluang mengenal muslim yang lain, lalu menambahkan lagi pengalaman berinteraksi dengan mereka. Latar belakang serta pendidikan dan cara dibesarkan yang berbeza menuntut saya agar bertoleransi dengan mereka dalam muamalah seharian. Namun, latar belakang yang berbeza itulah yang menyebabkan ada ketikanya akan berlaku perbalahan dan pertikaian. Masing-masing berhujah dengan hujah masing2. Masing2 mahu mempertahankan pendapatnya masing2.

Pernah berlaku, hanya kerana tidak bersetuju dengan isu hantu @ ghost, sampai terjadi perbalahan antara mereka. Masing2 mula meninggikan suara.. "I don't believe in ghosts!" .. "If you don't believe in ghosts, that means you don't believe in the unseen (ghaib), which is part of our faith!".... "I believe devils do exist! But not ghosts!"... "I'm correct, you're wrong!"

Yaaa ayyuhal ikhwah, bukankah Allah telah berfirman,

"Al-Haqqu min rabbik" Kebenaran itu hanya milik Tuhanmu..

Hanya Allah yang tahu kebenarannya. Siapa yang benar siapa yang salah, bukan hak kita untuk menentukan. Tidak perlulah kita berbalah hanya kerana ingin menegakkan sesuatu yang kita anggap "Akulah yang benar". Kita tidak akan pernah tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, kerna kebenaran itu hanya milik Allah.. Boleh jadi kita menyangka apa yang dipertahankan itu benar, namun sebaliknya disisi Allah, ianya hanya syahwat dan emosi kita semata. Lelah berjidal, sedangkan ianya hanya sesuatu yang sia-sia, duuna faa'idah (tiada faedah)

Lalu, apakah kita langsung tidak dibenarkan mempertahankan diri sendiri?

Ayuh kita singgung sebuah al-kisah yang sangat bererti, yang inshallah bisa menjawab persoalan tadi dan merangkumkan keseluruhan tulisan saya di atas.

Seorang laki-laki datang menemui Abu Bakar. Tanpa sebab, lelaki tersebut mencacimaki salah seorang sahabat nabi yang sangat beliau cintai ini. Abu Bakar sabar melayani telatah laki-laki tadi yang terusan mencaci makinya. Rasulullah Salallaahu alaihi wassalam yang saat itu tengah duduk di sampingnya, tampak keheranan sambil tersenyum melihat Abu Bakar diam saja.

Namun ketika kata makian semakin banyak, Abu Bakar hilang sabar lalu beliau pun membalas jawab. Rasulullah bangkit dan berpaling daripada Abu Bakar dengan wajah tidak suka dengan sikap Abu Bakar itu. Beliau berdiri dan Abu Bakar mengikutinya.

“Ya Rasulullah, tadi dia mencaci makiku namun engkau tetap duduk dan tersenyum. Tapi ketika kubalas jawab sebagian kata-katanya, engkau marah dan berdiri. Mengapa demikian ya Rasulullah?” tanya Abu Bakar.

“Sesungguhnya bersamamu ada malaikat yang sedang bertasbih ke atasmu ketika engkau sabar dengan celaan lelaki tadi. Kemudian ketika engkau membalas jawab perkataannya, berpalinglah malaikat dan datanglah syaitan dan aku tak sudi duduk bersama syaitan itu,” jawab Rasul. Kemudian beliau meneruskan nasihatnya, “Tidak teraniaya seseorang karena penganiayaan yang ia sabar memikulnya kecuali Allah akan menambahkan kepadanya kemuliaan dan kebesaran.” (HR. Imam Ahmad dari Abu Kabsyah Al Anmari)

Isnin, 30 Julai 2007

the perfect answers..

copy paste from iluvislam.com


Kenapa Aku Diuji ?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."
- Surah Al-Ankabut ayat 2-3


Kenapa Aku Tak Dapat Apa Yg Aku Idam-Idamkan ?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
- Surah Al-Baqarah ayat 216


Kenapa Ujian Seberat Ini ?

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
- Surah Al-Baqarah ayat 286


Rasa Frust ?

"Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman."
- Surah Al-Imran ayat 139


Bagaimana Harus Aku Menghadapinya ?

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah- daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
- Surah Al-Imran ayat 200

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
- Surah Al-Baqarah ayat 45


Apa Yang Aku Dapat Drpd Semua Ini ?

"Sesungguhnya Allah telah membeli dr org2 mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka... ..
- Surah At-Taubah ayat 111


Kepada Siapa Aku Berharap ?

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain drNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
- Surah At-Taubah ayat 129


Aku Tak Tahan !

"... ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."
- Surah Yusuf ayat 12 Surah Yusuf ayat 87


Bukankah alQuran itu sesuai di semua zaman dan tempat, dalam apa jua keadaan?

Ahad, 22 Julai 2007

short stories

salam..

berminat membaca short stories yang byk valueble pengajaran in it??
i'd recommend http://qisas.com/
byk criter2 pendek, yang tinggi nilai pengajarannya..
insya-Allah..

cumer satu jer syarat: btulkan niat n open up your heart =)

Isnin, 2 Julai 2007

antara hamas dan fatah

(copy paste from blog http://www.ulamaummah.blogspot.com)

Oleh : Haji Muhyiddin bin Haji Hasyim



(artikel dari blog Ustaz Nasruddin Tantawi.)
Pendahuluan :

Pertumpahan darah yang berlaku di antara pejuang Hamas dan Fatah sememangnya merupakan suatu perkara yang sangat mengejutkan dunia Islam. Dalam berhadapan dengan musuh yang sebenar iaitu Amerika dan Israel, tiba-tiba kita dikhabarkan dengan peristiwa ini yang berakhir dengan penguasaan Hamas terhadap Genting Gaza.

Pelbagai komen dan pandangan terhadap pertumpahan darah tersebut. Ada yang menyokong dan tidak kurang juga yang mengkritik sebagaimana yang dilakukan oleh Hizbu Tahrir dalam risalahnya.

Hizbu Tahrir dalam risalahnya menyatakan kekesalan dengan apa yang berlaku dan menganggap bahawa peperangan dan pertumpahan darah sesama umat Islam di Palestin tidak syarie dan berlanggar dengan lunas-lunas Islam.

Hizbu Tahrir menganggap pertumpahan darah ini membantu kepentingan Amerika, Eropah dan Yahudi di Palestin. Mereka juga menganggap bahawa pertumpahan darah yang berlaku ini adalah kerana ingin merebut kuasa untuk menjadi menteri dan ahli parlimen walaupun kuasa yang ada tidak lebih hanya berada di bawah pengaruh Yahudi. Keterbatasan kuasa ini dianggap sebagai perkara yang terlalu kecil sehingga boleh menyebabkan persengketaan ini.

Disamping itu Hizbu Tahrir mengkritik apa yang dilakukan oleh Hamas dan Fatah apabila mereka melakukan gencatan senjata dan berunding dengan Yahudi kerana menganggap gencatan senjata dan rundingan tersebut adalah suatu pengiktirafan terhadap kependudukan Yahudi di bumi Palestin.

Jika difikirkan secara sepintas lalu, tidak dapat dinafikan bahawa pandangan dan kritikan Hizbu Tahrir ini mempunyai kebenarannya tetapi bagi sesiapa yang melihat secara mendalam dan berfakta apa yang berlaku pastinya tidak dapat menerima kritikan tersebut khususnya tuduhan yang dilemparkan kepada pejuang Hamas.

Latar belakang sejarah persengketaan Hamas dan Fatah :

Persengketaan yang berlaku di antara Hamas dan Fatah adalah bukan perkara baru bagi umat Islam secara umumnya dan penduduk Palestin secara khususnya. Perbezaan ideologi dan pendekatan menjadi sebab kepada persengketaan ini.

Umum mengetahui bahawa Hamas sejak ditubuhkan oleh Syeikh Ahmad Yasin meletakkan Islam sebagai rujukan dalam setiap aspek tindakan yang ingin diambil dalam berhadapan dengan Israel dan Amerika. Pengaruh Ikhwanul Muslimin Mesir sangat kuat di dalam pertubuhan ini. Mereka menolak pengiktirafan terhadap negara entiti haram Israel dan mengambil pendekatan bersenjata dalam menghalau Israel dari bumi Palestin.

Ada pun Fatah, mereka meletakkan ideologi kebangsaan sebagai landasan perjuangan dan bersedia untuk mengiktiraf negara Israel. Mereka sanggup untuk berdamai dan berbincang dengan Israel walaupun diketahui bahawa Israel tidak pernah setia terhadap perjanjian dan perdamaian yang dimeteraikan tersebut. Umat Islam di Palestin terus dibunuh dan disembelih, rumah-rumah mereka diroboh dan mereka dihalau dari tanah air mereka sendiri.

Perbezaan ideologi dan pendekatan inilah yang menyebabkan persengketaan terus berlaku. Ketika Fatah menguasai kerajaan Palestin suatu ketika dahulu, banyak tindakan yang diambil memihak kepada Amerika dan Israel. Antaranya mereka menangkap pejuang-pejuang Hamas yang berjuang menentang Israel atas nama menjaga perjanjian yang dimeterai di antara mereka.

Pertelingkahan di antara Hamas dan Fatah semakin meruncing apabila Hamas berjaya membentuk kerajaan mengalahkan Fatah di dalam pilihanraya umum negara tersebut pada bulan Januari 2006. Kemenangan ini sememangnya tidak dapat diterima oleh Fatah apatah lagi Yahudi dan sekutunya Amerika.

Pelbagai sekatan dan usaha untuk menggulingkan kerajaan yang dipilih oleh rakyat tersebut. Pemberhentian bantuan kewangan oleh Eropah dan Amerika tidak melemahkan semangat Hamas untuk terus menerajui kerajaan yang dipilih oleh rakyat.

Hamas menyedari bahawa usaha untuk menghalau Israel dari bumi Palestin tidak akan berjaya sekiranya pejuang-pejuang pembebasan bertelingkah sesama sendiri. Justeru, Hamas yang berjaya membentuk kerajaan telah mengajak pertubuhan-pertubuhan lain termasuk Fatah untuk bersama-sama di dalam kerajaan perpaduan dan akhirnya termeterailah perjanjian Makkah yang menjadi sejarah kepada penduduk Palestin.

Perjanjian Makkah ini menjawab tohmahan yang menyatakan bahawa Hamas tidak berusaha untuk mewujudkan perpaduan di kalangan rakyat Palestin dalam usaha menghadapi musuhnya yang sebenar iaitu Israel. Pun begitu, masih timbul lagi persoalan bagaimana masih boleh berlaku pertumpahan darah walaupun perjanjian Makkah telah dimeterai di antara kedua-dua pihak.

Pertumpahan darah di antara Hamas dan Fatah :

Walaupun kerajaan perpaduan telah terbentuk, masih terdapat usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu di dalam Fatah untuk menggulingkan kerajaan pimpinan Hamas. Mereka mendapat bantuan kewangan dan senjata daripada Israel mahupun Amerika di dalam usaha tersebut.

Perlu ditegaskan bahawa usaha untuk menggulingkan kerajaan Hamas ini dirancang oleh sebahagian sahaja dari kalangan pimpinan Fatah seperti Penasihat Keselamatan Palestin, Mohammad Dahlan dan lain-lain lagi.

Perkara ini dikuatkan lagi dengan kenyataan oleh salah seorang pemimpin Fatah sendiri iaitu Farouk Qadumi, Setiausaha Sulit Fatah yang tidak bersetuju dengan perlantikan Mohammad Dahlan sebagai penasihat keselamatan dan menolak usaha untuk menggulingkan kerajaan Hamas. Beliau menyebut bahawa sebahagian besar daripada pengikut Fatah inginkan kesatuan dan ingin bekerjasama dengan Hamas.

Walaupun demikian, peperangan demi peperangan berlaku di antara kedua-dua pihak hasil daripada usaha jahat yang dilakukan beberapa pimpinan Fatah yang ingin menggulingkan kerajaan Hamas.

Antara usaha yang dilakukan oleh mereka ialah usaha untuk membunuh Perdana Menteri Palestin, Ismail Haniyyah yang ketika itu dalam perjalanan pulang dari lawatan rasmi yang pertama ke luar negara pada bulan Februari yang lepas. Mereka menyerang rombongan perdana menteri tersebut tetapi telah dipatahkan oleh pejuang-pejuang Hamas yang terus mempertahankan kerajaan Islam Hamas.

Pertumpahan darah yang berlaku ini akhirnya membawa kepada penguasaan sepenuhnya Hamas terhadap Genting Gaza baru-baru ini. Pejabat keselamatan Palestin di bawah Fatah telah ditawan oleh Hamas dan beberapa orang pimpinan Fatah telah dibunuh.

Melalui kenyataan yang dikeluarkan oleh Hamas, tindakan mereka menguasai pejabat keselamatan Palestin di bawah Fatah adalah untuk menghapuskan anasir jahat di dalam pertubuhan itu yang ingin menggulingkan kerajaan Hamas.

Perdana Menteri Palestin, Ismail Haniyyah dalam kenyataannya menyebut bahawa tindakan tersebut adalah untuk mempetahankan kerajaannya. Ini terbukti apabila pejuang Hamas telah menjumpai dokumen-dokumen sulit di pejabat keselamatan Palestin tersebut senarai nama pimpinan Fatah yang bekerja untuk membunuh tokoh-tokoh tertentu di kalangan pimpinan Palestin termasuk bekerjasama dengan pihak Mosad Israel.

Turut dijumpai juga dokumen rahsia tentang pembunuhan Presiden Palestin yang pertama iaitu Yasir Arafat oleh Mohammad Dahlan, cubaan membunuh Perdana Menteri Palestin, Ismail Haniyyah dan serangan terhadap rombongan keselamatan Mesir di Genting Gaza.

Walaupun Hamas telah berjaya menguasai Genting Gaza, mereka tidak menutup pintu rundingan dengan Fatah bagi meneruskan kerajaan perpaduan yang telah dibina melalui Perjanjian Makkah.

Pertumpahan darah antara Hamas dan Fatah dari sudut pandangan Islam :

Jika dilihat kepada pertumpahan darah yang berlaku di antara Hamas dan Fatah ini, sebenarnya ia adalah peperangan yang melibatkan di antara sebuah kerajaan dengan pemberontak yang ingin menggulingkannya. Di dalam Islam ia disebut sebagai golongan bughoh.

Di dalam fiqh Islam, seorang yang dianggap bughoh boleh diperangi oleh kerajaan Islam yang memerintah ketika itu. Perkara ini berlaku ketika zaman Saidina Ali bin Abu Talib yang telah dilantik menjadi khalifah menggantikan Saidina Othman bin Affan.

Saidina Ali telah berijtihad mengganggap bahawa Saidina Muawiyyah adalah termasuk dari kalangan ahli bughoh apabila tidak ingin memberi baiah kepadanya sebagai khalifah. Rentetan daripada itu, Saidina Ali telah menyiapkan bala tentera untuk memerangi Saidina Muawiyyah yang ketika itu menjadi gabenor di Syam. Maka berlakulah pertumpahan darah di antara tentera Saidina Ali dan Saidina Muawiyyah di Siffin pada tahun 36 Hijriah.

Jika diperhatikan peristiwa yang berlaku di antara Saidina Ali dan Saidina Muawiyyah ini, pastinya kita akan merasakan bahawa ia tidak sepatutnya terjadi apatah lagi kedua-duanya adalah sahabat Nabi Muhammad s.a.w. Apa pun keadaannya, tindakan Saidina Ali tersebut dianggap bertepatan dengan hukum Islam yang membolehkan kerajaan Islam memerangi ahli bughoh.

Jika diperhatikan kepada pertumpahan darah yang berlaku di antara pejuang Hamas dan Fatah pula, maka kita akan dapati bahawa tindakan Hamas memerangi Fatah yang ingin menggulingkan kerajaannya adalah bertepatan dengan hukum Islam.

Fatah boleh dianggap sebagai ahli bughoh yang halal darahnya kerana ingin menggulingkan kerajaan yang dipimpin oleh Hamas. Walaupun pada zahirnya tindakan ini dilihat agak keterlaluan tetapi secara tersiratnya adalah untuk menghapuskan musuh dalam selimut dan memperkukuhkan kesatuan yang telah terbina. Oleh kerana itulah, walaupun Hamas berjaya menguasai Genting Gaza, mereka bersedia untuk berunding semula dengan Fatah dan menolak untuk mendirikan kerajaan yang berasingan di Genting Gaza.

Dakwaan Hizbu Tahrir bahawa pertumpahan darah yang berlaku di antara Hamas dan Fatah kerana berebut kuasa dengan melupakan musuh yang sebenarnya iaitu Israel dan Amerika adalah lari daripada fakta yang jelas.

Ini adalah kerana Hamas mengetahui siapa sebenarnya musuh mereka dan juga mengetahui siapa pula musuh dalam selimut yang boleh melemahkan perjuangan rakyat Palestin untuk menghalau Israel dari bumi mereka. Menghapuskan musuh dalam selimut adalah perkara yang penting bagi berhadapan dengan musuh yang sebenar.

Di samping itu, kita bersetuju dengan Hizbu Tahrir yang menganggap Fatah mengiktiraf negara haram Israel apabila mereka berunding dengan Israel tetapi kita tidak bersetuju jika dikatakan bahawa Hamas turut mengiktiraf negara haram Israel apabila mengadakan gencatan senjata memerangi Israel.

Tindakan mengadakan gencatan senjata ini tidak bermakna mengiktiraf negara entiti haram Israel tersebut sebagaimana dakwaan Hizbu Tahrir. Ini adalah kerana Hamas begitu bertegas dalam masalah pengiktirafan ini walaupun kerajaan yang dipimpinnya dipulau dan dikepung oleh Eropah dan Amerika disebabkan ketegasannya tersebut.

Gencatan senjata yang dilakukan hanyalah untuk sementara waktu sahaja bagi mengumpulkan kekuatan serta mengatur strategi berhadapan dengan Israel pada masa akan datang.

Kesimpulan :

Kesimpulannya, pertumpahan darah yang berlaku antara Hamas dan Fatah adalah merupakan suatu fitnah yang sangat besar di dalam perjuangan untuk membebaskan Palestin dari cengkaman Yahudi. Pun begitu, pertumpahan darah ini berlaku dalam ruang lingkup yang dibenarkan oleh syariat Islam apabila kerajaan yang dibentuk oleh Hamas dengan sewenang-wenangnya ingin digulingkan oleh anasir jahat di dalam Fatah.